Apa itu Pajak Penghasilan?

Pengetahuan mengenai langkah hitung pajak bermanfaat untuk harus pajak pada proses pelaporannya. Ini harus juga harus pajak yang punyai kewajiban melapor pajak ketahui. Proses perhitungannya mempunyai rintangannya tertentu, ditambah jika memakai langkah manual. Karena itu, perusahaan bisa memakai Mekanisme HRIS untuk menolong menyederhanakan penghitungan pajak penghasilan.

Apa itu pajak penghasilan?

Ialah tipe pajak yang pemerintahan ambil atas penghasilan yang pribadi dan usaha menghasilkan dalam daerah negara pada suatu periode atau tahun pajak. Secara hukum, harus pajak harus ajukan pengembalian pajak penghasilan tiap tahun untuk tentukan kewajiban pajak mereka. Dasar hukumnya ialah Undang-undang No.7 Tahun 1984.

Sebagai pajak langsung yang pemerintahan pusat ambil, jadi tanggungan harus pajak dari orang atau tubuh yang berkaitan. Ini bermakna jika pajak penghasilan jangan faksi pertama alihkan pada pihak lain. Pajak ini ialah sumber penghasilan untuk pemerintahan untuk mendanai service khalayak, bayar kewajiban pemerintahan, dan sediakan barang untuk masyarakat negara.

Subyek pajak

Subyek Pajak sebagai orang individu atau tubuh yang diputuskan oleh ketentuan perundang-undangan perpajakan yang berjalan. Berdasar persyaratan seorang atau tubuh usaha itu berkedudukan atau domisili di daerah Indonesia terutamanya. Berdasar Undang-Undang Pajak Penghasilan, subyek pajak terbagi dalam:

  • Orang individu atau perorangan.
  • Peninggalan yang masih belum terdiri sebagai satu kesatuan gantikan yang memiliki hak.
  • Tubuh yang berdiri dan bekerja di Indonesia terkecuali tubuh-badan yang memiliki sifat tidak komersial yang pendanaannya berawal dari APBN/APBD.
  • Bentuk Usaha Tetap (BUT) ialah wujud usaha individu dari orang yang tidak berada tinggal di Indonesia seperti WNA atau WNI belum lebih dari 183 hari dalam periode waktu 12 bulan ada dalam Indonesia. Bisa berbentuk cabang perusahaan, kantor perwakilan, gedung, pabrik, bengkel, gudang, dan sebagainya.
BACA JUGA  Pentingnya Stok Opname Untuk Perusahaan Manufacturing

Subyek pajak akan dikenakan pajak bila terima atau mendapatkan penghasilan. Nilai dari pajak masing-masingnya sesuai jumlah penghasilan yang diterima pegawai, bekas pegawai, yang menerima pesangon, pensiunan, atau pribadi yang terima penghasilan yang lain.

Object pajak

Pada intinya, object pajak PPh terdiri ke empat kelompok sebagai berikut ini:

  • Penghasilan dari jalinan pekerjaan

Penghasilan yang dapat didapat lewat jalinan di antara pegawai dan faksi pemberi kerja sepeti upah, honor, sokongan, gaji dan yang lain.

  • Penghasilan dari aktivitas usaha

Terhitung pencapaian penghasilan dari aktivitas usaha yang seorang kerjakan untuk hasilkan sebuah keuntungan, misalnya adalah aktivitas usaha tertentu.

  • Penghasilan modal

Sebagai penghasilan yang diterima sebagai imbalan atas modal. Bisa berbentuk uang, barang modal, atau kekayaan cendekiawan. Seperti bunga sebagai imbalan atas pinjaman uang atau royalti sebagai imbalan atas pemakaian hak cipta.

  • Penghasilan yang lain

Sebagai penghasilan yang tidak terhitung dalam tiga kelompok awalnya namun tetap penuhi ide dasar penghasilan. Misalnya ialah hadiah dan penghargaan, pembebasan hutang.

Biaya pajak

Berdasar Pasal 17 ayat 1, penghitungan biayanya memakai biaya progresif yang bermakna jika makin tinggi penghasilan yang harus pajak terima karena itu makin besar pajak yang negara ambil.

Berikut ini ialah biaya PPh 21 berdasar Undang-Undang PPh:

  • Harus pajak dengan penghasilan s/d Rp50.000.000 satu tahun biaya pajaknya sejumlah 5%
  • Penghasilan di atas Rp50.0000.000 sampai Rp250.000.000 satu tahun biaya pajak sejumlah 15%
  • Di atas Rp250.000.000 sampai Rp500.000.000 satu tahun biaya pajaknya sejumlah 25%
  • Di atas Rp500.000.000 satu tahun diambil biaya pajak sejumlah 30%

Warga yang memiliki penghasilan di bawah persyaratan itu, tidak dikenai pemangkasan pajak. Tetapi, mereka perlu tetap lakukan kewajiban lapor pajak untuk kelancaran peraturan bujet negara tiap tahunnya.

BACA JUGA  5 Tips Efektif untuk Kesuksesan Proyek Konstruksi

Elemen Pajak Penghasilan

  • Penghasilan Teratur

Penghasilan yang teratur Harus Pajak terima, terbagi dalam upah dasar dan sokongan.

  • Penghasilan Tidak Teratur

Ialah gaji atau upah yang pegawai dapatkan secara tidak teratur, misalnya ialah bonus dan THR.

  • Ongkos BPJS

Faksi pemberi kerja dan karyawan membayar pungutan BPJS dengan prosentase peran dari upah yang sudah tercantum pada Ketentuan Pemerintahan.

  • Jaminan Kecelakaan Kerja

Memberi pelindungan atas resiko-risiko kecelakaaan yang terjadi dalam jalinan kerja atau berbentuk ganti rugi.

  • Jaminan Kematian

Ganti rugi uang kontan yang perusahaan beri ke pewaris saat tenaga kerja wafat.

  • Tunjangan PPh 21 dan BPJS yang perusahaan bayarkan

Beberapa uang yang perusahaan beri pada karyawan untuk bayar PPh dan BPJS, sebagai elemen menambah penghasilan bruto.

  • Agunan Kesehatan
  • Pengurangan Penghasilan Bruto

Penghasilan Tidak Terkena Pajak

Kecuali elemen pada pajak penghasilan di atas, ada PTKP (Penghasilan Tidak Terkena Pajak) yang bertindak selaku kompenen pengurang dalam hitung besarnya pajak penghasilan harus pajak orang individu.

Sesuai Ketentuan Direktur Jenderal Pajak No. PER-16/PJ/2016 dan Ketentuan Menteri Keuangan No. 101/PMK.010/2016, berikut biaya PTKP yang penting Anda kenali:

  • Rp 54.000.000 /tahun atau Rp 4.500.000 /bulan untuk diri Harus Pajak orang individu
  • Rp 4.500.000,- /tahun atau Rp 375.000 /bulan tambahan untuk Harus Pajak yang kawin
  • Rp 54.000.000 /tahun atau Rp 375.000 /bulan untuk istri yang pendapatannya bergabung dengan penghasilan suami
  • Rp 4.500.000 /tahun atau Rp 375.000 /bulan tambahan untuk tiap bagian keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis turunan lempeng dan anak tiri sebagai tanggungan seutuhnya, terbanyak tiga orang untuk tiap keluarga

Ringkasan

Kedatangan tehnologi ialah satu hal yang diperlukan untuk HR. HashMicro sediakan Mekanisme HRIS memberi keringanan dalam perhitungan upah dengan beberapa fiturnya yang terpadu dan dapat dikustomisasi.

BACA JUGA  Pengertian Smart Manufacturing dan Langkah Merealisasikannya

Check Also

7 Cara Sukses Memenangkan Persaingan dalam Industri Retail

7 Cara Sukses Memenangkan Persaingan dalam Industri Retail

Memenangkan persaingan dalam industri retail tidak gampang. Sejak tahun kemarin, usaha retail memang alami periode …