10 Arsitektur Bangunan Bersejarah yang Menarik di Indonesia

Melihat bangunan bersejarah yang menarik di Indonesia tentulah Candi Borobudur dan Candi Prambanan jadi bintangnya. Tetapi, ada banyak bangunan bersejarah di Indonesia yang menarik kecuali dari jaman Hindu-Buddha. Dalam waktu lebih dari 4 era, jaman penjajahan mencatatkan banyak kreasi arsitektur bangunan yang membuat bertambah dunia arsitektur Indonesia.

Bermacam kombinasi elemen budaya dari bermacam ras, bangsa, dan agama mewarisi arsitektur bangunan bersejarah yang menarik dan memberikan makna khusus dalam perubahan arsitektur tanah air. Melalui arsitektur bangunan bersejarah ini, kita bisa pelajari begitu penting dan berartinya riwayat perubahan manusia. Kepandaian dan daya imajinasi manusia dalam mewadahi keperluannya akan ruangan fungsional melahirkan kreasi arsitektur yang mengagumkan. Pengabdian pada kreasi arsitektur itu sudah membuat arsitektur bangunan bersejarah yang menarik di Indonesia, yang dianggap secara luas, dan tidak lekang oleh waktu.

1. Candi Borobudur

Candi Borobudur dibangun pada periode Raja Samaratungga dari wangsa Syailendra di tahun 825 M. Candi Buddha paling besar sedunia yang sudah dianggap UNESCO sebagai salah satunya fenomena dunia ini mempunyai tinggi 42 m, dengan 10 tingkat yang sebagai wakil kamadhatu (manusia yang terlilit udara gairah), rupadathu (manusia yang telah terlepas dari nafsu, tetapi tetap terlilit rupa dan bentuk), dan arupadhatu (manusia yang telah terlepas dari gairah, rupa, dan wujud).

Gunadharma, si arsiteknya, dengan detil mencatatkan 2.672 panel relief (yang bila disamakan mempunyai panjang 6 km), yang digambarkan secara runtut searah jarum jam. Candi Borobudur dibuat dengan tehnik tinggi, dibuat dari batu kali yang tersusun rapi dengan mekanisme interlock (sama-sama mengamankan keduanya). Sebagai candi Buddha, Borobudur dihias 504 patung Buddha, dengan kubah khusus dikitari 72 patung Buddha yang masing-masing duduk dalam sikap stupa berlubang.

2. Candi Prambanan

Candi Prambanan rekat dengan legenda Roro Jonggrang. Candi yang dikenal juga sebagai kompleks Seribu Candi ini mempunyai banyak candi dengan candi khusus setinggi 47 m sebagai ‘tandingan’ Candi Borobudur, sebagai pertanda kemasyhuran Hindu dan redupnya jaman kerajaan Buddha di Indonesia.

Candi Prambanan dibuat sebagai penyembahan untuk Dewa Siwa, dewa pelebur yang menyatu segala hal yang telah kedaluwarsa dan tidak pantas ada dalam dunia fana kembali hingga harus dibalikkan ke aslinya. Prambanan berada di tepian Jawa tengah dan Yogyakarta. Candi Prambanan terhitung Situs Peninggalan Dunia UNESCO, dianggap sebagai candi Hindu paling besar di Indonesia, sekalian salah satunya candi paling indah di Asia Tenggara.

BACA JUGA  Design Skylight yang Membuat Rumah Minimalis Anda Bermandikan Sinar Alami

3. Gedung Sate

Tidak boleh salah mengerti dan mendefinisikan Gedung Sate sebagai gedung yang seperti sate atau sebuah gedung tempat jual bermacam tipe sate. Gedung yang dibuat tahun 1920 ini dikenali sebagai Gedung Sate karena memiliki keunikan yang unik, yakni ornament 6 tusuk sate yang berada di atas menara sentra sebagai pertanda 6 juta Gulden yang digunakan untuk pembangunannya.

Gedung ini benar-benar populer bukan hanya di kota Bandung saja, tetapi juga populer di Jawa Barat dan Indonesia. Gedung Sate tetap berdiri kuat dan berperan sebagai pusat pemerintah Kota Bandung.

Gedung Sate populer karena arsitekturnya yang istimewa, penuh budaya dan riwayat. Dalam pembangunannya, diperlukan 2.000 karyawan dari bermacam etnis, terhitung 150 tukang kayu dan pemahat batu trampil dari Cina.

4. Lawang Sewu

Dengan bahasa jawa, Lawang Sewu maknanya seribu pintu. Memang jumlah pintu bangunan yang dibangun tahun 1907 ini banyak, tetapi tidak capai 1000 pintu. Lawang Sewu berada di samping timur Tugu Muda Semarang, di pojok Jalan Pandanaran dan Jalan Pemuda.

Bangunan tiga lantai berarsitektur Belanda ini benar-benar unik, pintunya banyak dan jendela yang tinggi sekali dan lebar. Di lantai khusus, di dekat tangga ke arah lantai dua, ada sebuah kaca besar berlukiskan dua wanita Belanda yang paling cantik. Berikut penyebabnya, Lawang Sewu jadi tempat rekreasi eksotik yang paling disukai bermacam kelompok.

5. Kelenteng Sam Po Kong

Kelenteng Sam Po Kong dahulu dikenali sebagai Gedung Batu karena memiliki bentuk seperti gua batu besar pada bukit batu. Gedung Batu atau Kedong Batu bermakna timbunan batu alam untuk membendung Sungai Kaligarang di era ke-15.

Kelenteng ini sebagai petilasan Sam Po Tay Djien atau yang lebih dikenali sebagai Laksamana Cheng Ho dari Cina, dan saat ini lebih digunakan sebagai tempat peringatan dan penyembahan. Kelenteng ini berarsitektur kombinasi budaya lokal dan Cina, dan berada di wilayah Simongan, barat daya Kota Semarang.

6. Pagoda Watugong

Pagoda Avalokitesvara atau umum disebutkan Pagoda Mettakaruna bermakna pagoda cinta dan kasih sayang. Ada dalam teritori Watugong (disebutkan begitu karena ada batu seperti gong). Vihara Buddhagaya terbagi dalam 5 bangunan dengan 2 bangunan khusus, yakni Pagoda Avalokitesvara dan Vihara Dhammasala yang dibuat di tahun 1955 dengan material yang di-import langsung dari Cina. Ketinggian Pagoda Avalokitesvara 45 m dengan 7 tingkat yang menjadi kecil ke sisi atasnya, dengan arti kesucian yang bakal diraih oleh pertapa sesudah capai tingkat ketujuh atau nibbana.

BACA JUGA  Membedah Istilah Rumah Minimalis

Kombinasi warna merah dan kuning pada pagoda ini sama dengan bangunan ciri khas Tiongkok. Dalam pagoda memiliki ukuran 15×15 mtr. dengan wujud dasar sisi delapan ini ada patung Dewi Kwan Im setinggi 5,1 m dan patung Panglima We Do di seginya. Pada jendela pada tingkat kedua sampai keenam, ada patung Dewi Kwan Im yang menghadap empat pelosok mata angin, sebagai pertanda sinaran welas asih keempat pelosok. Pada bagian pucuk ada stupa untuk simpan relik mutiara Buddha. Tetapi, tidak ada tangga untuk terhubung pucuk pagoda. Keseluruhan patung dalam bangunan yang mendapatkan rekor MURI sebagai pagoda paling tinggi di Indonesia di tahun 2006 ini ada 30 buah.

7. Masid Istiqlal

Masid Istiqlal jadi cerminan kebersama-samaan dalam kebhinnekaan dan keberagaman agama di Indonesia. Masid paling besar di Asia Tenggara dan Asia Timur ini sebagai hasil perancangan Frederich Silaban seorang Protestan. Masid yang mulai dibuat pada 24 Agustus 1951 dan usai penyelesaiannya pada 22 Februari 1978 ini mempunyai style arsitektur Islam kekinian internasional yang mengaplikasikan beberapa bentuk geometri simpel seperti kubus, persegi, dan kubah bola ukuran raksasa yang dihias beberapa ornament. Kehadiran kubah bola raksasa digunakan untuk memperlihatkan kesan-kesan agung dan bersejarah.

Antiknya kubah raksasa dari mushola Istiqlal dibikin dengan ide arsitektur minimalis, dari marmer putih dan baja antikarat (stainless steel) yang memiliki sifat kuat, netral, simpel, dan sesuai cuaca tropis. Kecuali arsitektur islam kekinian dan minimalis, arsitektur Timur tengah diaplikasikan melalui hiasan kaligrafi pada bagian dalam kubah mushola. Kehadiran menara tunggal setinggi keseluruhan 96,66 mtr. membubung di pojok selatan selasar jadikan mushola ini demikian iconic.

8. Gereja Katedral

Bangunan Gereja Katedral Jakarta setinggi 60 m yang istimewa ini mulai dibangun di tahun 1891 untuk gantikan bangunan gereja lama bikinan Belanda yang roboh pada tanggal 9 April 1890 jam 10.45 WIB pas tiga hari sesudah perayaan Paskah.

Sesudah lewat rangkaian masalah hal pemberian izin dan permodalan, pada akhirnya pada 21 April 1901 Gereja Katedral disahkan bernama “De Kerk van Onze Lieve Vrowe ten Hemelopneming – Gereja Santa Maria Diangkat Ke Surga”. Arsitektur neo-gotik jadi ide gedung yang dibuat dengan dana 628.000 gulden hasil penghimpunan dana dari jemaah Indonesia. Beberapa petinggi Belanda saat itu, memandang gereja hasil kreasi Pastor Antonius Dijkmans ini “terlalu kuat” karena susunan gedung dan material yang dipakai betul-betul opsi terbaik.

BACA JUGA  Kreasi Desain Tangga Rumah Minimalis Yang Menawan

9. Pura Besakih

Berdiri istimewa pada ketinggian 915 m di kaki Gunung Agung, Kompleks Pura Besakih yang tampil menarik dengan arsitektur ciri khas Bali, jadi pusat aktivitas religius Hindu Dharma di Pulau Bali. Kompleks pura yang mulai dibuat semenjak era kesepuluh Masehi ini mempunyai 23 pura dengan Pura Penataran Agung sebagai pusatnya. Sebagai “Ibu” dari berpura-pura di Bali, Pura Besakih sudah diputuskan sebagai peninggalan budaya UNESCO semenjak selamat dari erupsi Gunung Agung pada tahun 1963.

10. Istana Bogor

Istana Bogor pantas dianggap mempunyai arsitektur bangunan bersejarah yang menarik di Indonesia. Istana yang dibuat di bulan Agustus 1744 dan berupa tingkat tiga ini dahulunya namanya Buitenzorg atau Sans Souci yang bermakna “tanpa kecemasan”. Awalannya Istana Bogor sebagai bangunan 3 tingkat yang ditujukan sebagai rumah peristirahatan.

Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron Van Imhoff sendiri yang membuat sketsa dan membuatnya dari tahun 1745-1750, meniru arsitektur Blehheim Palace, tempat tinggal Duke Malborough, dekat kota Oxford di Inggris. Tempat peristirahatan ini hancur berat karena gempa bumi susulan dari meletusnya Gunung Salak pada 10 Oktober 1834. Di tahun 1850, Istana Bogor dibuat kembali, tapi tidak bertingkat kembali karena disamakan dengan keadaan wilayah yang kerap gempa.

Pada periode pemerintah Gubernur Jenderal Albertus Jacob Duijmayer van Twist (1851-1856) bangunan lama tersisa gempa dirubuhkan dan dibuat dengan ide arsitektur Eropa era ke-19. Semenjak itu, wujud bangunan Istana Bogor perlahan-lahan alami bermacam pengubahan, terhitung periode Gubernur Jenderal Belanda Herman Willem Daendels dan Gubernur Jendral Inggris Sir Thomas Stamford Raffles berkuasa. Semenjak 1850, rumah peristirahatan ini beralih menjadi istana paladian dengan luas halaman 28,4 hektar, dan luas bangunan 14.892 m². Baru semenjak 1950, bangunan ini disahkan sebagai Istana Kepresidenan Indonesia.

Masih banyak arsitektur bangunan bersejarah yang menarik di Indonesia. Hasil kreasi arsitektur ini benar-benar kaya dari sisi budaya, agama, dan riwayat. Semua memperlihatkan begitu kayanya negeri tersayang ini. Peninggalan tidak ternilai yang tidak lekang oleh waktu ini menjadi evaluasi untuk anak negeri mengenai pengabdian, kepandaian, kebersama-samaan, keserasian, dan begitu luar umumnya Indonesia ini.

Check Also

6 Tips Membuat Taman Rumah di Lahan Sempit

6 Tips Membuat Taman Rumah di Lahan Sempit

Dalam artikel kesempatan ini, kita sedikit akan mengulas berkenaan taman rumah. Mempunyai taman yang rapi …